Categories

.: Jadikan Liburan Full Manfaat Yuk …

kemuningJadikan liburan Full Manfaat Yuk…

Liburan! :)

Hampir setiap orang berseri kala mendengar kata ini. Yup! Liburan artinya rehat sejenak dari segala rutinitas. Entah itu sekolah, kuliah, maupun pekerjaan.

Tapi…… :(

Mengapa liburan yang biasanya dinanti ini berujung kepada kebosanan???
Itu artinya, kita butuh merencanakan hal apa saja yang bisa kita lakukan di liburan ini. Supaya, liburan kita tetap menyenangkan dan tentunya full manfaat.
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah apa yang akan kita lakukan merupakan hal yang tidak bisa, sulit, atau tidak optimal dilakukan kala hari kuliah tiba. Apa itu? Hayo…
Anak-anak perantauan dengan serta merta akan menjawab PULANG!
Yap! Itu dia! Tapi, bagi yang berhalangan pun, liburan di tempat kost dengan rutinitas sebagai aktivis di kampus misalnya tetap harus asyik ya!!

Jadi, apa yang bisa kita lakukan di rumah?

Bercengkrema dengan keluarga tentunya. Berbuat baiklah pada orang tua, birrul walidayn! Selagi mereka masih ada dan kita masih diberi kesempatan untuk beramal dan berbuat baik kepada mereka. Ingat, ridho orang tua itu ridho Allah juga lho…
Selain itu, kita juga bisa bersilaturrahim ke rumah saudara, karib-kerabat, atau teman-teman lama. Pergi bersama ke tempat rekreasi juga menyenangkan…

Lalu?

Kalau ini bisa dilakukan bagi yang masih di kost atau sudah di rumah.
>>Tetap bangun pagi dan mandi pagi, diikuti dengan berbagai aktivitas (jangan tidur pagi!!!). Usahakan sebisa mungkin bangun malam untuk sholat qiyamul layl. Ingat… Liburan bukan berarti libur beribadah ya… Kalau bisa panen pahala ketika liburan, Why not?
>>Membuat daftar kegiatan apa saja yang ingin dilakukan pada liburan. Beri waktu spesifiknya. Jangan sampai tidak terkejar hingga hari kuliah tiba.
>>Mengikuti kajian ilmu syar’i (Ilmu syar’i adalah ilmu yang diturunkan Allah Ta’ala kepada rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk ! Walaupun kuliah libur, tapi tetap datang ke tempat-tempat menuntut ilmu diin ya.. It’s the most important in our life!
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
“Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no.224)
>> Baca! Oleh karena itu, list buku-buku apa saja yang ingin dibaca pada liburan ini. Yah.. supaya otak masih terbiasa berpikir dan menuntut ilmu. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringan otak di masa tua. Riset itu juga menyatakan bahwa membaca buku dapat menumbuhkan saraf-saraf baru di otak (Hernowo 2003).
Pilihlah buku-buku yang bermanfaat. Misalnya, buku-buku ilmiah populer penunjang di bidang yang kita geluti, buku-buku sebagai sarana refreshing, dan tentunya, yang amat penting, buku-buku yang membahas diinul Islam yang haqq ini!
>>Tulis! Menulis, mengetik, entah apa pun bentuknya. Yah.. supaya masih terbiasa merangkai kata-kata. Bisa menulis catatan harian, blog, karya ilmiah untuk lomba, dll. Menulislah! Tulislah hal yang tepat di tempat yang tepat. Maksudnya begini, jika menulis catatan harian ceritakanlah segala emosi dan pengalaman tanpa memikirkan tata bahasa, ejaan, dan sebagainya. Namun, jika yang kita tulis karya ilmiah, tentu saja harus mengikuti aturan yang berlaku. Tulislah hal-hal yang bermanfaat!
>> Masak! Ini khususnya untuk para mahasiswi yang sibuk kuliah. Mumpung liburan, belajar masak, yuk…. :)
>>Rombak kamar! Yup! Selagi liburan, atur kamar supaya lebih nyaman. Apalagi, kalau kamar juga berfungsi sebagai ruang belajar, buat sedemikian rupa agar kita bisa berjam-jam belajar dengan menyenangkan. Atur ulang posisi tempat tidur, meja belajar, lemari, dll. Bereskan buku-buku agar terlihat rapi dan lebih mudah dicapai. Buat hiasan-hiasan kamar yang baru, dll.
Sebelumnya  saya tulis, lakukanlah hal yang sulit dilaksanakan pada hari kuliah. Tapi, jangan jadi seharian anteng di depan televisi, atau berjam-jam main game, buka facebook, dan hal-hal yang kurang produktif lainnya. Kurang baik itu. Sayang kan, kalau liburannya habis begitu saja tanpa membuahkan sebuah karya…
Nah, kalau ini hal yang paling di anjurkan… Muroja’ah (mengulang) + menambah hafalan Qur’an (tahfizh). Waktu liburan pas sekali untuk kegiatan ini! Ayo kita pasang target! Mau nambah hafalan berapa lembar liburan ini??? Semangat!!!! Ingat manfaat apa saja yang bisa kita dapat dari menghafal Qur’an kan???  Tentu nggak ada salahnya kita menghafalnya! Nggak ada ruginya! Bahkan, insyaAllah manfaat yang akan kita tuai… Yah, jangan menghafal untuk IPK saja, hafal juga untuk meraih pahala dan ridho Allah.. Semangat!!!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah terhadap segala hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim [2664] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)
Sebenarnya, banyak lagi hal yang bisa kita lakukan di liburan ini. Seperti berwirausaha, menciptakan suatu karya, dan masih banyak lagi. Ayo, lakukan hal yang bermanfaat! Jangan biarkan liburan ini berlalu  begitu saja tanpa bekas sama sekali! Jangan biarkan otak ini aus karena jarang digunakan! Jangan biarkan diri ini kaget begitu dihadapkan dengan rutinitas!
Selamat menempuh liburan yang full manfaat… )^.^(
Ketahuilah sesungguhnya waktu itu dibagi menjadi beberapa bagian. Al-Khalil bin Ahmad (wafat tahun 160 H) rahimahullah menngatakan, “Waktu itu ada tiga bagian: waktu yang telah berlalu darimu dan tak kan kembali; waktu yang sedang kau alami, dan lihatlah ia akan berlalu darimu; dan waktu yang engkau tunggu, bisa jadi engkau tidak akan mendapatkannya.” Thabaqaat al-Hanaabilah (I/288). Dinukil dari kitab Ma’aalim fii Thariiq Thalibul ‘Ilmu (h.35-36)

.: Muslimah yang Ikhlas

surah-al-ikhlasSaudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau dan manusia seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tidak lain adalah untuk meyembah Allah.

Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)

Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhannya terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak dan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadahnya.

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidknnya.” (Al Bayyinah 5)

Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya untuk mengharap keridhoan dan wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dengan ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, dan lain-lain. Syirik merusak kejernihan ibadah dan menghilangkan keikhlasan dan pahalanya.

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”

Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah.

Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran dan harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah untuk lalai berbuat ketaatan dan tenggelam dalam kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.

Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya dan senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan dan wajahNya.

Tetaplah berusaha dan berlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan dan ibadah agar tidak menarik perhatianmu untuk dilihat dan didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.

Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dengan sepeninggalnya Ali bin Al Husain. Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, dan bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab, “Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.”

Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tidak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah.

Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48)

“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

Saudariku muslimah… bersabarlah dalam belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya. Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.

Maraji’:
Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf

Tazkiyatun Nufus

***

Artikel www.muslimah.or.id

.:Bulan Juni

sukses

Tidak terasa besok tanggal 1 Juni, bulan Juni besok tampaknya akan disibukkan dengan deadline-deadline tugas akhir dan UAS. Tidak hanya satu atau dua matakuliah saja. Sudah sewajarnya hal itu harus dilalui mahasiswa yang akan naik semester. Ini sebagai salah satu bukti bahwa mahasiswa tersebut telah mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya selama semester ini dengan mengerjakan tugas akhir yang bisa dikerjakan secara kelompok ataupun mandiri. Tetap semangat berusahalah untuk yang terbaik, buktikan bahwa kita mampu untuk meraih mimpi kesuksesan di semester ini, rasa malas singkirkan jauh-jauh kembali menatap masa depan, mengarungi peta hidup untuk jalan yang terbaik.

Memang semua tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, belum lagi kesibukan lain diluar kuliah.  Semangat, tetap berusaha, optimis dan berdo’a bahwa kita pantas dan mampu untuk mendapatkan nilai A. Kita boleh menarjetkan IP kita semerter ini agar kita lebih semangat dan tidak pantang menyerah untuk meraihnya. Semangat untuk kita semua semoga sukses untuk semester ini. Berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik semoga Allah meridhoi dan memberikan yang terbaik untuk kita. Amin.. :)

.: Ikhlas Menjalani Seluruh Amal Baik

at“Kita bekerja bukan untuk memenuhi obsesi pribadi melainkan untuk ibadah. Kita harus ikhlas menjalani seluruh amal baik. Proyek Allah akan dibiayai Allah manusia hanya bisa menjalankannya.” Tetap semangat kawan  :) ini salah satu pesan dari temanku saat aku disibukan dengan beragam aktivitas menggelutiku, semua tidak bisa aku tinggalkan. Yakinlah Allah bersama kita yang akan senantiasa menolong kita.

Semoga pesan ini bisa menjadi salah satu penyemangat teman-teman juga yang sedang sibuk menjalani aktifitas baik sebagai mahasiswa, aktifis, maupun yang sudah bekerja. Aktivitas padat, penuh dengan proyek-proyek atau sibuk  tugas akhir ataupun skripsi diberengi dengan amanah lainnya yang membutuhkan waktu  ekstra dan cukup meguras otak  untuk mengoptimalkan segala kemampuan dalam dirinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik pastinya… ^^”

Kadang kita merasa jenuh dengan aktifitas kita yang lumayan padat, kalau sebagai mahasiswa yang ngakunya sebagi seorang aktivis kesehariannya sering diawali dengan bangun pagi, berangkat pagi, kuliah, rapat, pulang saat matahari sudah tenggelam atau bahwakan sampai rela nginep di kampus. Aktivis di kampus sebagai apapun itu harapannya bisa mengoptimalkan apa yang menjadi amanahnya. Karena amanh itu tidak diminta tetapi diberi, kenapa Allah memberikan amanh itu karena Allah percaya bahwa kita mampu untuk menjalani amanah itu. Walaupun tidak mudah seperti yang dibayangkan, semuanya adalah proses untuk belajar karena kampus adalah tempat belajar sebelum nantinya kita diterjunkan langsung ke dalam masyarakat. Karena medan yang sebenarnya adalah masyarakat kampus adalah sebagai media untuk  belajar kita mempersiapkan diri mengahadapi masyarakat yang penuh dengan realitanya yang ada dan permasalahan yang begitu kompleks.

Next kembali lagi ke fokus diawal, pesan di atas menjadi salah satu penyemangat dalam hidupku, saat banyak pekerjaan yang mulai menumpuk dan amanah yang tidak bisa ditinggalkan. Allah menguji hambaNya dengan berbagai cobaan… Kadang rasa putus asa itu muncul, tetapi itu adalah rayuan setan, setan yang senantiasa memberikan harapan-harapan indah tetapi sebenarnya itu hanyalah harapan kosong belaka tidak ada realitanya. Kuncinya adalah keep istiqomah saudaraku dan memohonlah kepada Allah… :) Karena Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuannya. Allah adalah tempat memohon dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Allah tempat bergantung, bila banyak masalah memohonlah hanya kepada Allah… Bila kita dekat dengan Allah maka apa yang kita inginkan Insya Allah akan Allah kabulkan. Positif  thinking bahwa apa yang Allah berikan kepada kita itulah yang terbaik untuk kita. Karena Allah yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Segalanya,………

Kadang atau sering manusia hanya bisa mengeluh dan sedikit bersyukur padahal banyak sekali nikmat yang Allah berikan kepada kita sejak kita lahir hingga sekarang ini. Tidak terhitung nikmat itu, tetapi kita sebagai hambaNya berapa waktu yang kita gunakan untuk mengingat Allah bersyukur akan nikmat yang Allah berikan 24 jam/hari berapa menit kita gunakan untuk mengingat Allah. Ya Allah ampunilah hambaMu ini yang penuh dosa dan khilaf , sesungguhnya dunia ini hanya sementara semoga kami dapat memnafaatkan sisa umur hidup di dunia ini dengan baik. Senantiasa istiqomah di jalanMu, kepada Engkaulah  kami akan kembali. Semoga Engkau berikan kemudahan kami dalam menjalani hari-hari di dunia ini untuk mendapatkan ridhoMu. Allahuakbar ….. manusia hanya bisa merencanakan, berusaha, berdoa dan berikhtiar selanjutnya hanya Engkaulah yang menentukan semoga kami menjadi salah satu orang-orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan… Semoga Engaku berikan tempat peristirahatan di surga nantinya. Amin… Semangat tiada henti, belajar dari orang-oarng sukses semuanya butuh proses, jatuh bangun suatu hal yang bisa untuk menjadi yang terbaik. Jangan merasa puas apa yang didapatkan sekarang karena kesempurnaan hanya milik Allah. Semoga senantiasa menjadi pribadi yang tawaduk dijauhkan dari sifat sombong… Amin..

What is UML??

umlIdentifiable object-oriented modeling languages began to appear between mid-1970 and the late 1980s as various methodologists experimented with different approaches to object-oriented analysis and design. The number of identified modeling languages increased from less than 10 to more than 50 during the period between 1989-1994. Many users of OO methods had trouble finding complete satisfaction in any one modeling language, fueling the “method wars.” By the mid-1990s, new iterations of these methods began to appear and these methods began to incorporate each other’s techniques, and a few clearly prominent methods emerged.

The development of UML began in late 1994 when Grady Booch and Jim Rumbaugh of Rational Software Corporation began their work on unifying the Booch and OMT (Object Modeling Technique) methods. In the Fall of 1995, Ivar Jacobson and his Objectory company joined Rational and this unification effort, merging in the OOSE (Object-Oriented Software Engineering) method.1

As the primary authors of the Booch, OMT, and OOSE methods, Grady Booch, Jim Rumbaugh, and Ivar Jacobson were motivated to create a unified modeling language for three reasons. First, these methods were already evolving toward each other independently. It made sense to continue that evolution together rather than apart, eliminating the potential for any unnecessary and gratuitous differences that would further confuse users. Second, by unifying the semantics and notation, they could bring some stability to the object-oriented marketplace, allowing projects to settle on one mature modeling language and letting tool builders focus on delivering more useful features. Third, they expected that their collaboration would yield improvements in all three earlier methods, helping them to capture lessons learned and to address problems that none of their methods previously handled well.

The efforts of Booch, Rumbaugh, and Jacobson resulted in the release of the UML 0.9 and 0.91 documents in June and October of 1996. During 1996, the UML authors invited and received feedback from the general community. They incorporated this feedback, but it was clear that additional focused attention was still required.

While Rational was bringing UML together, efforts were being made on achieving the broader goal of an industry standard modeling language. In early 1995, Ivar Jacobson (then Chief Technology Officer of Objectory) and Richard Soley (then Chief Technology Officer of OMG) decided to push harder to achieve standardization in the methods marketplace. In June 1995, an OMG-hosted meeting of all major methodologists (or their representatives) resulted in the first worldwide agreement to seek methodology standards, under the aegis of the OMG process.

During 1996, it became clear that several organizations saw UML as strategic to their business. A Request for Proposal (RFP) issued by the Object Management Group (OMG) provided the catalyst for these organizations to join forces around producing a joint RFP response. Rational established the UML Partners consortium with several organizations willing to dedicate resources to work toward a strong UML 1.0 definition. Those contributing most to the UML 1.0 definition included: Digital Equipment Corp., HP, i-Logix, IntelliCorp, IBM, ICON Computing, MCI Systemhouse, Microsoft, Oracle, Rational Software, TI, and Unisys. This collaboration produced UML 1.0, a modeling language that was well defined, expressive, powerful, and generally applicable. This was submitted to the OMG in January 1997 as an initial RFP response.1

In January 1997 IBM, ObjecTime, Platinum Technology, Ptech, Taskon, Reich Technologies and Softeam also submitted separate RFP responses to the OMG. These companies joined the UML partners to contribute their ideas, and together the partners produced the revised UML 1.1 response. The focus of the UML 1.1 release was to improve the clarity of the UML 1.0 semantics and to incorporate contributions from the new partners. It was submitted to the OMG for their consideration and adopted in the fall of 1997.

.: Usaha Terus Semangat :.

UTS (Usaha Terus Semangat) minggu ini sudah mulai ujian mid semester alias UTS.  Ujian berlangsung selama 2 minggu… Wow… kok lama nian, eh ternyata jadwalnya dibuat selang seling… Hamasah, walau sering hujan dan keadaan tubuhku yang agak kurang fit, semoga tidak menjadi masalah untukk belajar. Cenat cenut cenat cenut… (lirik lagu smosh) kalu kena flue merambat  ke kepala. Jalani saja hidup ini, senantiasa menjaga stamina agar tetap fitt, aktivitas jalan terus n senantiasa berusaha menjadi yang terbaik. Ya Allah berikanlah hamba kekuatan dan kemudahan dalam menjalani semua ini.

Semuanya kepada Allah tempat kita kembali..

Allah tempat meminta pertolongan …

Allahuakbar, semoga sakit segera sembuh dan aku bisa menjalani semuanya dengan ikhlas…. Allahuakbar… :):)

.: Apa salahku…

Apa salahku….

Sebuah pertemanan atau persahabatan…
Kita memang berbeda tetapi perbedaan bukanlah
suatu penghalang untuk bersatu…
Dengan kesibukkan yang berbeda, kalian menjadi sering bersama…
Aku sendiri juga disibukkan dengan duniaku…
Sering kita bertemu bertegur sapa dengan mu namun kadang
sapa mu kadang membuatku menangis…
Mungkin ini karena salahku, yang sibuk dengan rutinitasku..
tapi aku tetap berusaha berbuat baik padamu..
Ya kadang sapa mu baik dan kadang tidak…
Ya mungkin itu salahku karena tidak bisa selalu bersama kalian…
Saat aku didera banyak cobaan…
Memang aku seorang yang tertutup…
Bukan karena aku tidak suka dengan kalian, atau tidak percaya dengan kalian…

Saat-saat bersama kalian bercanda…
Bekerja bersama n makan bersama…
Main bersama…
Pergi bersama….
Walau kadang tidak sejalan pemikiran kita…
Itu semua akan mewarnai…

Ukhuwah tiada henti walau sapa mu sering menyakitiku…
Tetapi aku selalu berusaha untuk tegar dan berdoa untuk mu…

Aku hanya bisa meraba-raba karena setiap aku tanyakan salah ku,
kau selalu membungkam… aku tidak tahu dan aku tidak mau berfikiran negatif tentangmu…

Sabahat ku…

Aku tahu mungkin kau seakan takut atau pekewuh (dan sejenisnya),
Walau aku pernah berkata katakan apa salahku atau ingatkan aku..
walau itu menyakitkan buatku…
Sahabat baik atau buruk kawanmu ini, alangkah indahnya untuk saling memngingatkan…
Sikapmu yang acuh, sikapmu yang terlihat marah, aku sebenarnya ingin sebuah kejelasan…
Apa salahku, kalian memang sering bersama-sama….
Ya mungkin salahku tidak bisa bersama-sama kalian saat pergi bersama…
Tapi bukan maksut aku untuk meninggalkan kalian dan selalu egois dengan urusanku…

Waktu semakin berlalu kadang kita lupa akan permasalahan ini (komunikasi)…
Walau kadang aku merasa sendiri, tetapi aku yakin diluar sana masih banyak sahabat-sahabatku..
Sahabat walau aku selalu berusaha untuk berbuat baik padamu, tampak luarmu menyambut ku dengan manis..
Aku merasa masih ada kerikil yang mengganjal di hatimu…
Komunnikasi… Semua butuh kejelasan… Semua butuh keterbukaan…
Mengucilkan dengan tujuan agar dia tersadar, itu anggapan kalian dapat membuat orang tersadar…
Kata-kata itu aku tahu dari orang lain, kau tidak pernah mau mengucapkan padaku..
Maafkan aku bila banyak salah pada kalian…
Kata-kata itu walau sudah terucap, namun bila hati belum bisa mengikhlaskan…
Ya hanya kata maaf, Allahu alam hanya Allah yang tahu…

Teruntuk sahabatku yang ada di sana…
Maafkan aku, aku yang menunggu kejelasan dari kalian…
Walau kita sudah menganggap seperti angin lalu…
Namun orang lain banyak akan berkomentar dengan persahabatan kita…

Meninggalkan ku, aku sudah terbiasa dengan kesendirian pergi kemana-mana…
Namun bukan berarti aku tidak butuh teman…

Sahabatku semoga suatu saat nanti semuanya bisa ada kejelasan…

Apa salahku atau hanya perasaanku saja…

Teruntuk sabahatku mari bersama-sama berjuang menggapai mimpi-mimpi kita….

Saat kita berjumpa kelak akan bercerita tentang perjuangan kita dulu hingga saat ini… :)

.: Kebaikan SBY

Kebaikan SBY - Lagi rame sekali dibicarakan diberbagai situs jejaring sosial tentang kebaikan SBY. Banyak yang merekomendasikan kepada para pengikutinya untuk mencari melalui google dengan kata kebaikan SBY.

Ketika penasaran ingin mencoba kata Kebaikan SBY tersebut, Karo Cyber juga merasa sangat janggal dari hasil pencarian google. Sebab situs pencarian populer tersebut malah ngawur merekomendasikan opsi lain yaitu Keburukan SBY.

Jika dari dilihat dari hasil pencarian, maka Kebaikan SBY sendiri memiliki sekitar 348,000 hasil pencarian, sementara hasil pencarian keburukan SBY hanya sekitar 57,700 hasil.

Dari kedua kata itu terlihat jelas bahwa, kata Kebaikan SBY malah lebih banyak ditulis dibandingkan dengan kata Keburukan SBY. Tapi yang membingungkan mengapa google malah merekomendasikan pencarian keburukan SBY ketika mencoba mencari tahu kebaikan SBY?

Dari banyak pesan yang tertulis di twitter dan facebook menyatakan bahwa ini adalah fenomena dimana google sebagai search engine terbesar di jagat maya tidak mengakui kebaikan SBY. Benarkah demikian?

Tuntunan Menjenguk Orang Sakit

aDOA DARI 70 RIBU MALAIKAT !!

Diambil dari jilbab.or.id
Tiada seorang muslim pun yang membesuk saudaranya yang sakit, melainkan Allah mengutus baginya 70.000 malaikat agar mendoakannya kapan pun di siang hari hingga sore harinya, dan kapan pun di sore hari hingga pagi harinya. (musnad ahmad 2/110, syaikh ahmad syakir mengatakan bahwa sanadnya shahih).

Syaikh Ahmad Abdurrahman al Banna dalam syarahnya menjelaskan, ‘Shalawat malaikat bagi anak adam ialah dengan mendoakan agar mereka diberi rahmat dan maghfirah. Sedang yang dimaksud dengan ‘kapanpun di siang hari’ yakni waktu ia menjenguk. Jika ia menjenguknya di siang hari, maka malaikat mendoakannya hingga sore hari dan bila ia menjenguknya di malam hari, maka malaikat mendoakannya hingga pagi. Oleh karena itu, orang yang berniat hendaknya berangkat sepagi mungkin di awal siang, atau bersegera begitu malam menjelang, agar semakin banyak didoakan malaikat.

‘Siapa yang membesuk orang sakit di pagi hari akan diiring oleh 70.000 malaikat, semuanya memohonkan ampun untuknya hingga sore hari, dan ia mendapat taman di jannah. Jika ia membesuknya di sore hari, ia akan diiring oleh 70 ribu malaikat yang semuanya memintakan ampun untuknya hingga pagi, dan ia mendapat taman di jannah.’ (musnad ahmad 2/206, hadits 975. Syaikh ahmad syakir menilai hadits ini shahih)

AKU SAKIT, TETAPI KAMU TIDAK MENJENGUK-KU!

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

‘Hai Anak Adam, Aku Sakit, tetapi kamu tidak menjenguk-Ku.’

Dia berkata. ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana saya menjenguk-Mu, padahal Engkau adalah Rabb semesta alam?!’

Dia berfirman, ‘Tidak tahukah kamu bahwa hamba-Ku, fulan, sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Tidak tahukah kamu jika kamu menjenguknya, kamu akan mendapati Aku berada di sisi-Nya.’

(diriwayatkan oleh Muslim, no. 2569)

HUKUM MENJENGUK ORANG SAKIT

Menjenguk orang sakit diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Al Bara bin Azib radhiyallahu anhu meriwayatkan, “Nabi menyuruh kita tujuh hal dan melarang kita tujuh hal. Beliau menyuruh kita untuk mengantarkan jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhiundangan, menolong orang yang teraniaya, melaksanakn sumpah, menjawab salam, dan mendoakan orang yang bersin. Dan beliau melarang kita memakai wadah (bejana) dari perak, cincin emas, kain sutera, dibaj (sutera halus), qasiy (sutera kasar), dan istibraq (sutera tebal). (Bukhari no.1239; Muslim no.2066)

Hadits-hadits yang memerintahkan kita untuk menjenguk orang sakit, membuat Imam Bukhari membuat “bab Wujubi ‘Iyadatil-Maridh” (Bab Kewajiban Menjenguk Orang Sakit) di dalam kitab shahih nya.

Imam Ath Thabari menekankan bahwa menjenguk orang sakit merupakan kewajiban bagi orang yang diharapkan berkah (dari Allah datang lewat diri) nya, disunnahkan bagi orang yang memelihara kondisinya, dan mubah bagi mereka.

Imam Nawawi mengutip kesepakatan ulama bahwa menjenguk orang sakit hukumnya bukan wajib, yakni wajib ‘ain, (melainkan wajib kifayah).

MANFAAT MENJENGUK ORANG SAKIT

Selain mendapat keutamaan sebagaimana hadits-hadits yang disebutkan diatas, menjenguk orang sakit memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

Menjenguk orang sakit berpotensi memberi perasaan dan kesan kepadanya bahwa ia diperhatikan orang-orang disekitarnya, dicintai, dan diharapkan segera sembuh dari sakitnya. Hal ini dapat menentramkan hati si sakit.

Menjenguk orang sakit dapat menumbuhkan semangat, motivasi, dan sugesti dari pasien; hal ini dapat menjadi kekuatan khusus dari dalam jiwanya untuk melawan sakit yang dialaminya. Dalam dirinya ada energi hebat untuk sembuh.

mencari tahu apa yang diperlukan si sakit.

mengambil pelajaran dari penderitaan yang dialami si sakit.

mendoakan si sakit

melakukan ruqyah (membaca ayat-ayat tertentu dari Al Quran) yang syar’i.

MESKI SAKIT RINGAN, TETAP DIJENGUK!

Hadits-hadits yang ada, menyuruh dan mengajurkan untuk menjenguk orang sakit, baik yang sakit kecil maupun dewasa, anak-anak maupun orang tua, dari kaum laki-laki maupun wanita. Sakit ringan maupun berat. Yang sakit terpelajar atau bukan, orang kota maupun desa, pejabat maupun rakyat jelata, miskin maupun kaya, mengerti makna menjenguk orang sakit atau pun tidak.

Menjenguk orang sakit tetap dianjurkan, bahkan terkadang, dalam kondisi tertentun menjadi wajib, tanpa melihat bentuk penyakit tersebut, apakah tergolong parah atau ringan. Hal ini sudah mulai memudar di antara kita, bahkan seringkali sebagian kita hanya merasa perlu menjenguk teman, saudara, atau kenalan yang sakit; jika sudah masuk rumah sakit. Sekian lama terbaring di rumah, hanya sedikit yang menjenguknya. Apalagi jika penyakit tersebut digolongkan penyakit ringan. Padahal, nabi shallallahu alaihi wa sallam menjenguk salah seorang sahabatnya yang ‘hanya’ sakit mata. Sakit mata biasa, bukan sejenis kebutaan atau penyakit mata berat lainnya!

Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, ‘mengenai menjenguk orang yang sakit mata, bahkan sudah ada hadits khusus yang membicarakannya, yaitu hadits Zaid bin Arqam, dia menceritakan, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjenguk saya karena saya sakit mata.’ (lihat adabul mufrad, no.532)

MENJENGUK LAWAN JENIS?

Wanita boleh menjenguk laki-laki yang sedang sakit, ataupun sebaliknya; meskipun bukan mahramnya. Akan tetapi, hal ini dengan syarat aman dari fitnah, menutup aurat, dan tidak terjadi khalwat (berduaan dengan lawan jenis).

Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan, Ketika Rasulullah shallalallahu alaihi wa sallam tiba di madinah, Abu Bakar dan Bilal terserang demam. Kemudian, kata Aisyah, aku menemui mereka dan bertanya, ‘Ayah, bagaimana keadaanmu?’ ‘Wahai Bilal, bagaimana keadaanmu?” (HR. Bukhari no.5654)

Ibnu Syihab meriwayatkan dari Abu Umamah bin Sahal bin Hanaif, ‘Bahwa dirinya diberitahu bahwasanya ada seorang wanita miskin yang sedang sakit. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam pun diberitahu tentang sakitnya wanita tersebut. Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dahulu suka menjenguk orang-orang miskin dan menanyakan keadaan mereka.” (HR. Malik, Al Muwaththo’ no.531)

BOLEHKAN MENJENGUK ORANG MUSYRIK?

Menjenguk orang kafir oleh sabagian ulama dihukumi makruh. Hal ini dikarenakan: secara implisit (tidak langsung) merupakan penghormatan kepada mereka. (lihat At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar, 24/276).

Namun sebagia ulama yang lain berpendapat bolehnya menjenguk orang kafir apabila ada harapan untuk masuk islam. Pendapat ini lebih dekat kepada apa yang dilakukan oleh Rasullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Anas bin Malik meriwayatkan, ‘Bahwasanya ada seorang anak muda Yahudi yang pernah menjadi pembantu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia sakit, lalu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang menjenguknya. Kemudian beliau bersabda, ‘Masuklah Islam!” Maka dia pun masuk Islam.” (HR. Bukhari no.5657)

Sa’id bin Musayyib meriwayatkan dari ayahnya, dia berkata, ‘Ketika Abu Thalib hendak dijemput kematian. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendatanginya seraya bersabda, ‘Ucapkanlah ‘Laa ilaaha illa Allah’ sebuah kalimat yang bisa aku jadikan sebagai hujjah untukmu di sisi Allah kelak.’ (HR. Bukhari no.6681)

KAPAN WAKTU MENJENGUK ORANG SAKIT?

Tidak ada keterangan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menerangkan waktu-waktu tertentu untuk menjenguk orang sakit. Oleh karena itu, dapat dilakukan kapan saja, selama tidak merepotkan si sakit dan keluarganya.

Salah satu alasan menjenguk orang sakit adalah meringankan penderitaan si sakit dan memberinya dukungan moral, sehingga sangat tidak bijaksana jika kedatangan kita malah merepotkan yang bersangkutan.

Waktu yang tepat untuk menjenguk berbeda-beda pada setiap keadaan. Berbeda-beda dari waktu ke waktu dan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Oleh karena itu, kita harus jeli mencari waktu yang pas untuk menjenguk, mampu memperkirakan kondisi si sakit & keluarganya (sedang beristirahat atau tidak, sedang banyak tamu atau tidak, dan lain sabagainya).

PERSINGKAT WAKTU KUNJUNGAN!

Hendaknya kita memperhatikan waktu ketika menjenguk orang sakit. Jangan sampai terlalu lama, karena hal ini bisa membebani bahkan menambah penderitaan si sakit ataupun keluarganya.

Ibnu Thowuss mengatakan bahwa ayahnya pernah berkata, ‘Sebaik-baik kunjungan kepada orang sakit ialah yang paling singkat.’

Asy-Sya’bi mengatakan, ‘Kunjungan orang dungu lebih berat dirasakan oleh keluarga si sakit daripada sakitnya salah seorang angota keluarga mereka. Yaitu, orang yang datang menjenguk pada waktu yang tidak tepat dan duduk terlalu lama.’ (lihat At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar, 24/277)

Namun, apabila si sakit suka berlama-lama dengan penjenguknya, dan ingin dikunjungi sesering mungkin, maka sebaiknya keinginan tersebut dikabulkan oleh si penjenguk. Sebab, hal ini berarti memberikan kegembiraan dan dukungan moral kepada si sakit.

Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap Sa’ad bin Mu’adz sewaktu ia menjadi korban perang Khandaq. Ketika itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan agar Sa’ad dibuatkan kemah di dalam masjid agar beliau bisa menjenguknya dari dekat. Sahabat mana yang tidak suka ditunggui oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan dikunjungi berulang kali? (lihat Bukhari no.463)

BERAPA KALI MENJENGUK SESEORANG?

Hal ini dikembalikan kepada kebiasaan, kondisi penjenguk, kondisi si sakit, berapa jauh hubungan yang bersangkutan dengan si sakit.

Orang yang lama jatuh sakit, maka dia dijenguk dari waktu ke waktu, dalam hal ini tidak ada batasan waktu tertentu.

MENJENGUK ORANG YANG PINGSAN ATAU KOMA

Orang sakit yang dapat merasakan kehadiran kita dan yang tidak dapat merasakan kehadiran kita (misalnya karena pingsan atau koma), sama-sama memiliki hak untuk dijenguk. Janganlah kita enggan menjenguknya, dengan alasan, toh…mereka tidak tahu dijenguk atau tidak…mereka tidak dapat merasakan kehadiran kita.

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, ‘Anjuran menjenguk orang sakit tidak hanya ditujukan agar si sakit mengetahui penjenguknya. Sebab, di balik kunjungan itu ada dukungan moral kepada keluarganya, harpaan mendapatkan berkah dari doa penjenguk, sentuhan tangannya kepada si sakit, meniupkan bacaan mu’awwidzat, dan lain-lain.’  (Fathul baari, 10/119)

DIMANA POSISI DUDUK PENJENGUK?

Orang yang menjenguk, dianjurkan duduk di dekat si sakit.

‘Adalah nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika menjenguk orang sakit, beliau duduk di sisi kepalanya.’ (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, no.536, hadits shahih)

Diantara manfaat duduk di sisi kepala si sakit: memberi rasa akrab kepada si sakit, dan memungkinkan bagi penjenguk untuk menyentuh si sakit, memanjatkan doa untuknya, meniupnya dengan ruqyah, dan lain sebagainya.

MENANYAKAN KEADAAAN SI SAKIT

Ada baiknya kita menanyakan keadaan si sakit, sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha,  Ketika Rasulullah shallalallahu alaihi wa sallam tiba di madinah, Abu Bakar dan Bilal terserang demam. Kemudian, kata Aisyah, aku menemui mereka dan bertanya, ‘Ayah, bagaimana keadaanmu?’ ‘Wahai Bilal, bagaimana keadaanmu?” (HR. Bukhari no.5654)

JANGAN PAKSA SI SAKIT BERCERITA PANJANG LEBAR!

Diantara maksud mengunjungi si sakit adalah untuk meringankan kan penderitaannya, oleh karena itu jangan sampai membebani bahkan menambah penderitaan si sakit ataupun keluarganya.

Satu hal yang dapat membebani si sakit atau keluarganya adalah pertanyaan kronologis musibah atau penyakit. Si sakit atau keluarga diminta untuk menceritakan kronologis kejadian yang cukup panjang; dan repotnya lagi, cerita ini harus diceritakan berulang kali karena hampir setiap pembesuk menanyakan, ‘awal mulanya bagaimana?’ ; ‘kejadiannya bagaimana?’ 1

HIBUR & BERIKAN HARAPAN SEMBUH!

Ada baiknya penjenguk menghibur si sakit atau keluarga si sakit dengan pahala-pahala yang akan di dapat mereka.

‘Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunnya.’ (HR. Muslim)

‘Cobaan itu akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya, ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.’  (HR. Tirmidzi)

‘Saat orang-orang tertimpa musibah diberi pahala di hari kiamat nanti, orang-orang yang selamat dari berbagai musibah tersebut berharap seandainya dahulu di dunia kulit mereka dikerat dengan gergaji besi…’ (HR. Tirmidzi)

Ada baiknya pula penjenguk memberikan harapan sembuh kepada si sakit. Misalnya dengan mengatakan.   ‘Tidak perlu kuatir, insya Allah Anda akan sembuh.’ atau ‘penyakit ini tidak berbahaya, Anda akan segera sembuh,insya Allah.’ atau kalimat-kalimat lain yang dapat menumbuhkan semangatnya untuk sembuh.

JANGAN MENAKUT-NAKUTI!

Apa yang kita sampaikan kepada si sakit maupun keluarganya, harus kita perhatikan benar-benar. Ucapkanlah kalimat-kalimat yang baik, yang dapat menumbuhkan motivasi atau meringankan musibah yang dialami mereka. Jangan sampai apa yang kita sampaikan malah menimbulkan rasa takut & cemas terhadap si sakit maupun keluarganya.

Diantara yang dapat menimbulkan rasa takut adalah cerita atau kabar bahwa seseorang mengalami hal yang sama, namun berakhir dengan cacat seumur hidup, dengan kematian….; kalau maksud yang bercerita adalah agar keluarga si sakit berhati-hati dan waspada terhadap musibah yang diderita si sakit, alangkah baiknya jika di kemas dengan kalimat-kalimat yang baik.2

MEMAHAMI KELUHAN SI SAKIT

Keluhan yang diucapkan si sakit ada dua kemungkinan:

Pertama, diucapkan sebagai ekspresi kekesalan dan kejengkelan. Hal ini tentnu saja dilarang oleh agama Islam, karena merupakan indikator lemahnya keyakinan dan tidak rela terhadap qadha dan qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila kita mendengar keluhan semacam ini, si sakit segera diingatkan, dinasehati dengan cara yang baik.

Kedua, diucapkan dalam rangka memberi informasi tentang dirinya tanpa mengharap belas kasih kepada makhluk dan tidak pula menggantungkan harapan kepada mereka. Hal ini tentu saja boleh dilakukan, bahkan didukung oleh dalil syari:

Ibnu Mas’ud meriwayatkan:

‘Aku pernah menghadap Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, sementara beliau sedang menderita demam. Lalu aku menyentuhnya dengan tanganku, kemudian aku mengatakan, ‘Sungguh, Engkau menderita demam yang sangat berat.’ Beliau menjawab, ‘Ya, seperti layaknya demam yang diderita oleh dua orang dari kalian.’ ‘Engkau mendapat dua pahala?’ tanya Ibnu Mas’ud. Beliau menjawab ,’Ya. Tidaklah seorang muslim mengalami penderitaan -sakit dan sebagainya- melainkan Allah akan merontokkan keburukan-keburukannyaa sebagaimana pohon merontokkan daunnya.” (HR. Bukhari no.5667)

MENANGIS DI TEMPAT ORANG YANG SAKIT?

Yang nampak dari kita, hukumnya boleh. Sebab, Abdullah bin Umar meriwayatkan,

‘Sa’ad bin Ubadah pernah mengeluhkan sakit yang di deritanya, kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang menjenguknya bersama dengan Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud. Ketika beliau menemuinya, beliau mendapatinya sedang dikerumuni oleh keluarganya. Lalu beliau bertanya, ‘Apakah dia sudah meninggal?’ Mereka menjawab, ‘Tidak ya Rasulullah!’ Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menangis, dan ketika orang-orang melihat tangisan nabi, maka mereka pun menangis. Lalu beliau bersabda, ‘Tidakkah kalian mendengar, sesungguhnya Allah tidak mengadzab karena linangan air mata maupun kesedihan hati, melainkan mengadzab karena ini -dan beliau menunjuk ke arah lidahnya- atau Dia berbelas kasih. Dan sesungguhnya mayit itu akan disiksa karena tangisan keluarganya yang meratapi (kepergian) nya.’  (HR. Bukhori no.1304)

MENDOAKAN SI SAKIT

Orang yang menjenguk orang sakit hendaknya tidak berkata-kata kecuali sesuatu yang baik. Sebab para malaikat akan mengamini apa yang akan diucapkannya.

Dari Ummu Salamah, doa mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

‘Apabila kamu mendatangi orang sakit atau mayit, maka ucapkanlah kata-kata yang baik. Karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan.’ Kemudian, kata Ummu Salamah, ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku pun mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya mengatakan, ‘Ya Rasulullah, Abu Salamah sudah meninggal dunia.’ Beliau lantas bersabda, ‘Ucapkanlah: Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berilah aku pengganti yang baik.‘ Ummu Salamah berkata, ‘Lalu aku mengatakannya. Kemudian Allah memberiku pengganti yang lebih baik bagiku daripada dia (Abu Salamah), yakni Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.’ (HR. Muslim no.919)

Orang yang menjenguk orang sakit dianjurkan berdoa agar si sakit diberikan rahmat, ampunan, kebersihan dari dosa, keselamatan, dan kebebasan dari penyakit. Diantara doa yang pernah dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam:

1. Mengucapkan: “Laa ba’sa thohuurun in syaa’allooh.” ‘tidak mengapa, semoga dapat membersihkan kamu (dari dosa) insya Allah.’ (riwayat Bukhari dalam al fath: 10/118)

Kata ‘tidak mengapa’ maksudnya ialah bahwa sakit itu dapat menghapus kesalahan. Jika mendapat kesembuhan setelah sakit, maka berarti mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Dan jika tidak, maka akan mendapatkan keuntungan berpa penghapusan dosa.

2. Membaca doa: “ As alukalloohal-’azhiima, robbal ‘arsyil-’azhiimi, ayyasyfiyaka.” (7x) “Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb ‘Arsy yang agung agar menyembuhkanmu.”

‘Tidak ada seorang muslim yang menjenguk seorang yang sedang sakit yang belum sampai kepada ajalnya, lalu dia membacakan doa As alukalloohal-’azhiima, robbal ‘arsyil-’azhiimi, ayyasyfiyaka tujuh kali, kecuali dia akan sembuh.’  (Shahih At Tirmidzi: 2/210)

RUQYAH KEPADA SI SAKIT

Orang yang menjenguk orang sakit dianjurkan untuk melakukan ruqyah terhadapnya. Terutama kalau si penjenguk termasuk orang yang bertakwa dan shalih. Karena ruqyah yang dilakukannya akan memberikan manfaat yang lebih besar daripada orang lain (karena faktor ketakwaan & keshalihannya tersebut).

Di antara ruqyah syariah yang ada:

1. Ruqyah dengan mu’awwidzatain (surat al ikhlas, al falaq, dan an naas)

‘adalah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika salah satu dari keluarganya sakit, beliau meniup keluarganya dengan (bacaan) mu’awwidzat…’ (HR. Muslim no.2192)

2. Ruqyah dengan surat al fatihah

Hal ini pernah dilakukan oleh Abu Said al Khudri terhadap kepala suku yang tersengat serangga. (lihat HR. Muslim no.2201)

3. Ruqyah dengan doa

‘Adalah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika salah seorang dari kami mengeluh sakit, maka beliau mengusapnya dengan tangan kanannya, kemudian beliau mengucapkan: “Hilangkanlah penderitaan ini wahai Rabb manusia. Sembuhkanlah, karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan melainkan kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Muslim no.2191)

KARANGAN BUNGA?

Ada sebagian orang yang ketika mengunjungi orang sakit selalu menyempatkan diri untuk membawa karangan bunga kepada si sakit. Ada pula yang menelipkan tulisan yang berisi ungkapan dan harapan agar lekas sembuh. Hal ini dilarang, karena:

tradisi semacam ini berasal dari agama lain, padahal kita dilarang untuk menyerupai perilaku mereka.

mengganti doa untuk si sakit agar diberikan kesucian, rahmat, ampunan, dan kesehatan dengan ungkapan-ungkapan kering dan harapan-harapan yang tidak bisa dimajukan atau diundur.

mengganti ruqyah yang syari melalui bacaan ayat-ayat al quran maupun hadits dengan karangan bunga yang barangkali akan layu sehari atau dua hari kemudian.

MEMBACAKAN SURAT YASIN?

Ada sebagian orang yang membacakan surat yasin kepada orang yang sakit, terutama jika si sakit sudah sangat parah, koma, atau jika dalam keadaan menjemput ajal.

Mereka berdasarkan pada:

“Tidak seorang pun yang akan mati, lalu dibacakan buatnya surat yasin, kecuali pasti diringankan/dimudahkan kematiannya.”

Keterangan:

hadits ini derajatnya “Maudhu/palsu”, diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalan Akhbar al Asbahan 1/188, di dalamnya ada seorang perowi yang suka memalsukan hadits yang bernama ‘Marwan bin Salim Al Jazari’. Imam Bukhori dan Muslim mengatakan bahwa Marwan bin Salim dalam meriwayatkan hadits tergolong ‘MUNGKARUL HADITS’ (lihat: Mizanul I’tidal 4/90). 3

“Bacakanlah surat Yasin untuk orang-orang yang akan mati di antara kamu.”(Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i. Derajat hadits Dhaif.)4

Karena hadits-hadits di atas adalah dhaif & maudhu/palsu, maka pembacaan surat yasin untuk orang-orang yang akan mati tidak dapat diamalkan. Hal ini sebagaimana keterangan para ulama bahwa hadits lemah tidak dapat dipakai sebagai dasar suatu amalam meskipun hanya fadhaail amal. Soal aqidah, ibadah, muamalah, maupun fadhaail amal harus berdasarkan dalil yang shahih. Di antara salah satu sebab munculnya bidah adalah karena pengamalan hadits-hadits lemah maupun palsu. Tidak dibenarkan menetapkan hukum syari, baik hukum mustahab (sunnat) atau hukum lainnya dengan hadits lemah. Inilah pendapat yang benar. Konsekuensinya, tidak ada perbedaan antara hadits tentang fadhaail amal dengan hadits tentang hukum. Inilah pendapat mayoritas ulama, seperti Al Hafizh Ibnu Hajar al Asqolani, Imam Asy Syaukani, Al Allamah Shiddiq Hasan Khan dan Syaikh Muhammad Syakir serta lainnya.

PERLUKAH EUTHANASIA?

Terkadang, karena sakit yang diderita sangat berat, atau keluarga sudah tidak tega melihatnya; serta menurut ilmu medis, pasien tersebut tidak dapat sembuh, baginya kematian hanya soal waktu; seseorang disarankan atau meminta suntikan euthanasia, sehingga si sakit dapat segera terbebas dari penderitaan yang sering dialaminya selama ia masih hidup.

Euthanasia sebaiknya tidak dilakukan, hal ini karena: euthanasia menghalangi si sakit ataupun orang-orang di sekitar si sakit untuk mendapatkan manfaat dari status kehidupannya.

Dengan tetap hidup dengan kondisi semacam itu, si sakit akan dihapus catatan buruknya dan diangkat derajatnya, jika ia memiliki iman dan ihsan.

Dengan tetap hidup, yang bersangkutan terkadang mendapatkan doa yang baik dan diterima oleh Allah. Sehingga disembuhkan oleh Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, atau diampuni dosa-dosanya berkat doa sesama muslim yang ditujukan kepadanya.

Dengan tetap hidup, maka catatan buruk keluarganya yang dirundung kesedihan dan kegelisahan akan dihapus.

‘Tidaklah seorang muslim mengalami kepayahan, kesakitan, kegelisahan, kesedihan, gangguan, maupun kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan dengan itu Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya. ‘ (HR. Bukhari no.5642)

Dengan tetap hidup, maka kebajikannya akan tetap mengalir dan tidak terputus, terutama jika yang bersangkutan adalah seorang ayah atau ibu.

Dan dengan tetap hidup, maka pahala akan tetap melimpah kepada orang yang menjenguk dan mengunjungi si sakit. Penjenguk akan mendapatkan shalawat dari 70 ribu malaikat yang ditugaskna mendoakannya, insya Allah.

Semoga bermanfaat, Allahu A’lam 5

.: Teknologi Masa Depan Microsoft di Tahun 2019

microsoft1

Berikut ini Visi Teknologi masa depan Microsoft (Perusahaan Software Terbesar di Dunia) pada tahun 2019 dimana semuanya serba digital dan praktis seperti dalam film film masa depan dan teknologi nya sangat canggih dan friendly dengan user :

  1. Dapat menggambar dan hasil gambarnya bergerak dan bersuara.
  2. Membuka dokument di meja dan semuanya langsung seperti projektor/hologram dan tanpa perlu monitor.
  3. Pemeriksaan di Rumah Sakit dan hasilnya langsung kelihatan bagian dalam dalamnya dan dilihat hasil pemeriksaan nya langsung terdefinisi.
  4. Teknologi perbankan yang langsung bisa mendeteksi orang.
  5. Teknologi Office dalam bidang Finansial dan auto service.
  6. Koran Digital yang tipis dan bisa dilipat dan pakail sentuh isinya.
  7. Teknologi Note Book dimana langsung bisa ambil data di layar.
  8. Teknologi Dibidang Retail dimana serba digital tutorialnya dan mirip teknologi hologram.
  9. Kartu kredit Digital yang bisa menampilkan setiap isi dan lainya.
  10. Menggambar di Kaca dan hasilnya langsung ada animasi yang dimaksud.
  11. Teknologi pada pasar retail. dimana semua informasi ada pada layar tembus pandang dan dapat menimdahkan data.
  12. Berbicara pada seseorang dan di layar langsung ada terjemahanya.
  13. Telepon yang bisa dilipat seperti kartu dan multifungsi.
  14. Melihat informasi di Layar Virtual.
  15. Dalam bidang otomotif. spare part ada preview untuk melihat bagian mana seharunya dipasang.
  16. Papan Alas tulis Digital yang mirip laptop dan bersifat hidup/flexible.
  17. Meja Virtual yang isinya menu dari informasi yang diperlukan.
  18. Penelitian pada tanaman dan langsung automatis menangkap dan menjelaskan isi pada tanaman.
  19. Kartu yang fungsinya projektor dan Projektor Virtual dan seukuran tangan.
  20. Dan semuanya merupakan Visi Teknologi Masa Depan.
    Sumber : http://www.microsoft.com